BANGSAHEBAT.COM - Bayangkan jika ada aturan antimainstream: setiap menteri wajib melaporkan semua pengeluaran pribadinya ke publik. Dari beli kopi Rp50 ribu sampai liburan ke luar negeri, semua transparan di aplikasi yang bisa diakses rakyat. Rama, Bono, dan Ranti membahas ide “transparency challenge” ini: apakah bisa jadi langkah revolusioner melawan korupsi, atau justru kebablasan dan memicu satir baru?
Rama:
Bang, Mbak, aku kepikiran ide gila. Gimana kalau setiap menteri wajib lapor semua pengeluarannya ke publik? Jadi kayak aplikasi keuangan yang bisa diakses rakyat.
Ranti:
Hah? Maksudnya sampai detail, kayak beli kopi pun harus dilaporkan?
Rama:
Iya dong! Beli kopi Rp50 ribu di kafe elit langsung kelihatan. Belanja baju branded juga kebaca. Jadi rakyat bisa jadi auditor.
Bono:
Hahaha, ide antimainstream banget, Ram. Tapi aku suka! Itu bisa jadi senjata rakyat buat ngelihat gaya hidup pejabat. Transparansi ekstrem.
Ranti:
Tapi bukannya itu kayak ngeintip dompet orang ya, Bang? Nggak ada privasi dong.
Bono:
Nah, itu dia. Jadi dilematis. Kalau pejabat benar-benar mau membangun kepercayaan, ya harus rela. Karena jabatan publik berarti hidupnya milik publik juga. Tapi kalau nggak siap, ya jangan jadi menteri. Sesederhana itu.
Rama:
Aku kebayang sih, rakyat bisa bikin meme. “Menteri X ngopi Rp50 ribu sehari, rakyat ngopi saset Rp2000 seminggu.” Langsung viral!
Ranti:
Hehe, iya juga. Tapi jangan sampai nanti rakyat lebih sibuk ngomentarin gaya hidup menteri daripada ngeliat kerjaannya.
Bono:
Justru itu, Ran. Transparansi ini bikin pejabat mikir dua kali sebelum pamer gaya hidup mewah. Karena sekecil apa pun, bakal jadi bahan obrolan rakyat.
Rama:
Kalau menurutku sih, ide ini bisa jadi revolusi baru. Menteri nggak cuma ngomong soal integritas, tapi benar-benar open book.
Ranti:
Tapi kalau kebablasan, bisa juga jadi bahan gosip nasional tiap hari. Bayangin aja, headline berita: “Menteri A Beli Gorengan Rp10 ribu, Netizen Heboh!”
Bono:
Hahaha! Itu risiko jadi pejabat. Selama duitnya halal dan transparan, ya santai aja. Justru itu cara rakyat belajar: pejabat pun bisa sederhana.
Dialog RBR kali ini membahas ide antimainstream: menteri wajib laporkan setiap pengeluaran pribadi ke publik. Rama melihatnya sebagai revolusi transparansi, Ranti khawatir soal privasi, sementara Bono menegaskan bahwa pejabat publik memang harus siap hidup transparan. Ide ini membuka diskusi, apakah kepercayaan dibangun lewat keterbukaan total atau justru bisa kebablasan jadi bahan satir rakyat.
Pastikan Selalu Berkomentar Yang Baik, Tidak Menyinggung Ras, Suku, Agama dan Rasis
DAFTARKAN DIRIMU MENJADI BAGIAN DARI BANGSA HEBAT DENGAN MENDAFTAR ID BANGSA HEBAT, ADA UNDIAN BERHADIAH DAN JUGA UANG JUTAAN RUPIAH SETIAP BULANNYA. DAFTAR KLIK DISINI atau Cek id.bangsahebat.com