BANGSAHEBAT.COM - Assalamu’alaikum anak-anak bangsa, ini emak Maya...
Tadi pagi emak ke pasar bawa uang seratus ribu. Harapannya bisa dapet lauk buat seminggu, eh nyatanya baru beli cabai setengah kilo, duit udah kayak ditiup angin, tinggal recehan. Emak sampai bengong, “Ini emak beli cabai apa emas batangan, kok mahalnya minta ampun?”
Sekarang bikin sambel udah kayak acara mewah,
cabai diiris tipis-tipis, biar satu biji bisa berasa di tiga piring. Jangan heran kalau emak nyuruh anak-anak makan sambel secuil aja, karena tiap sendok sambel nilainya bisa sama kayak cicilan motor. Kadang emak bercanda sama tetangga: “Nanti kalau cabai naik lagi, emak tanam sendiri di pot, terus emak kasih tiket masuk buat siapa aja yang mau metik!”
Tapi serius lho anak-anak bangsa, harga bahan pokok naik-turun ini bukan cuma soal emak masak.
Ini soal isi piring rakyat, soal gizi anak, soal semangat hidup emak-emak tiap pagi. Kalau tiap tahun alasannya cuaca, distribusi, impor, kapan ada solusinya? Masa iya negara subur kayak Indonesia sampai nggak bisa jaga ketahanan pangan?
Emak nggak minta murah terus, emak cuma minta stabil.
Biar emak bisa ngatur belanja, biar warung kecil nggak ikut sepi, dan biar rakyat jelata nggak selalu kaget tiap buka dompet. Pemerintah harus gercep, jangan cuma nunggu emak-emak turun ke jalan dengan spanduk “Cabai Naik, Hati Emak Menjerit!”
Salam dari dapur kecil emak, suara hati emak bukan cuma buat masak, tapi buat bangsa.
Cek terus suara emak lainnya di BANGSAHEBAT.COM – karena keringat emak di dapur itu juga bagian dari perjuangan bangsa.
Pastikan Selalu Berkomentar Yang Baik, Tidak Menyinggung Ras, Suku, Agama dan Rasis
DAFTARKAN DIRIMU MENJADI BAGIAN DARI BANGSA HEBAT DENGAN MENDAFTAR ID BANGSA HEBAT, ADA UNDIAN BERHADIAH DAN JUGA UANG JUTAAN RUPIAH SETIAP BULANNYA. DAFTAR KLIK DISINI atau Cek id.bangsahebat.com