BANGSAHEBAT.COM - Beberapa waktu lalu, pemberitaan tentang bendera One Piece di Indonesia benar-benar bikin heboh. Ada yang bangga, ada yang marah, ada yang sampai bawa ke ranah serius. Media penuh, timeline sosial media sesak, seolah bendera bajak laut anime ini bisa mengguncang republik.
Tapi coba tengok sekarang—isu itu hilang begitu saja, nyaris tanpa jejak. Tak ada lagi debat sengit, tak ada lagi postingan heboh. Semuanya menguap begitu cepat, secepat isu-isu lain yang datang silih berganti.
Inilah wajah nyata budaya publik kita hari ini: gampang tersulut, cepat terbakar, tapi juga mudah padam. Tidak ada kesinambungan, tidak ada refleksi lebih dalam. Pertanyaannya: benarkah bendera One Piece itu masalah besar? Atau sekadar jadi "mainan" sesaat agar publik punya tontonan?
Kalau dipikir, hebohnya isu ini justru jadi cermin betapa kita sering lebih sibuk pada simbol ketimbang substansi. Bendera anime bisa ramai-ramai diperdebatkan, tapi soal bendera bangsa sendiri, apakah perhatian kita sama besar?
Jangan-jangan, kita ini lebih gampang heboh karena hal-hal populer ketimbang serius menghadapi problem nyata. Begitu ada tren, semua ikut nimbrung. Begitu tren reda, semua kembali diam.
Maka, kalau hari ini bendera One Piece sudah hilang dari pemberitaan, mungkin bukan karena masalahnya selesai, tapi karena sudah ada isu lain yang lebih “seksi” untuk diperbincangkan. Pada akhirnya, publik kita masih sering jadi korban dari siklus kehebohan sesaat.
Bendera One Piece boleh saja jadi hiburan, tapi jangan sampai cara kita menyikapinya menunjukkan bahwa bangsa ini hanya kuat di keramaian, tapi lemah di kedalaman.
Pastikan Selalu Berkomentar Yang Baik, Tidak Menyinggung Ras, Suku, Agama dan Rasis
DAFTARKAN DIRIMU MENJADI BAGIAN DARI BANGSA HEBAT DENGAN MENDAFTAR ID BANGSA HEBAT, ADA UNDIAN BERHADIAH DAN JUGA UANG JUTAAN RUPIAH SETIAP BULANNYA. DAFTAR KLIK DISINI atau Cek id.bangsahebat.com